Indonesia boasts a considerable market benefit, using terrific prospective for development. Nevertheless, this capacity can not be recognized without a robust instructional structure. Due to this obstacle, a motivating motion referred to as Gardian has actually emerged, devoted to setting in motion 20,000 youths to collaboratively improve the quality of education throughout the country. This program is not simply a regular effort; it is a concrete symptom of neighborhood spirit and issue for the nation's future.
Why is Gardian Important? Education as the Country's Main Pillar
Education is a long-lasting financial investment. An industrialized nation is constantly supported by a top quality personnel swimming pool. Regrettably, instructional variation stays a considerable problem in Indonesia. Numerous remote locations do not have appropriate instructors, centers, and access to ingenious knowing techniques. This is where Gardian looks for to make a distinction. With a concentrate on empowering youth as modification representatives, Gardian goals to speed up the equalization and enhancement of education quality from Sabang to Merauke. 1NWIN referral 1NWIN Link
Moving on Together: Gardian's Technique and Genuine Effect
The Gardian motion concentrates on quality in addition to amount. The taking part youths will get different training, varying from modern-day pedagogy, using innovation in knowing, to establishing trainees' characters. They will operate in different areas, teaming up with schools and regional neighborhoods to produce more favorable and motivating knowing communities.
The anticipated effect of Gardian's 20,000 young individuals is considerable:
- Improved Gain Access To and Quality: The existence of Gardian's youth will assist bridge instructional spaces, particularly in disadvantaged, remote, and outer locations (3T).
- Ingenious Knowing: Youth bring energy and fresh concepts, presenting discovering techniques that are more interactive and appropriate to existing advancements.
- Character Conditioning: In addition to academics, Gardian highlights character education, instilling nationwide and ethical worths in the more youthful generation.
- Neighborhood Empowerment: This motion motivates active neighborhood involvement in supporting education and promoting a sense of ownership over instructional development in their location.
Guardia: 20,000 Youth Activists for Indonesian Education is a testimony to how partnership and the spirit of youth can be a transformative force in advancing the country.
Multisectoral Partnership: The Secret to Gardian's Success
Gardian's success depends on assistance from different celebrations. Partnership with the federal government, non-governmental companies, the economic sector, and naturally, the broad neighborhood is essential. With strong synergy, Gardian goes beyond being simply a program, ending up being a nationwide motion that continuously drives Indonesia's instructional sector towards improvement. The future of Indonesia's education remains in our hands, and Gardian is an essential pillar in making it occur.
Banjir Sumatera: Kemenag Fasilitasi Dukungan Akademik untuk PTKI Terimbas
Tragedi banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah area di Sumatera telah mengakibatkan kesedihan dan kerugian besar, termasuk di sektor pendidikan. Ribuan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terpengaruh secara langsung, menghadapi tantangan besar untuk melanjutkan aktivitas akademik. Menanggapi situasi darurat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi akademik. Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi penawar di tengah kesulitan, memastikan keselamatan dan keberlangsungan pendidikan bagi mahasiswa PTKI yang terdampak.
Ujian Alam: Dampak Banjir pada Pendidikan Tinggi Keagamaan
Banjir dan tanah longsor di Sumatera memberikan dampak signifikan terhadap banyak komunitas, termasuk dunia akademik. Berdasarkan data, lebih dari 30 perguruan tinggi terdampak parah, dengan kerugian meliputi kerusakan fasilitas kampus, hambatan aksesibilitas, serta gangguan pada pasokan listrik dan komunikasi. Kondisi ini mengganggu proses belajar-mengajar, pelaksanaan ujian, dan penelitian. Para mahasiswa kehilangan akses fisik ke kampus dan berjuang menghadapi tekanan psikologis dan finansial akibat bencana. Mereka mungkin kehilangan semester, menunda wisuda, atau bahkan berhenti studi. 1nmenang
Solusi di Tengah Badai: Relaksasi Akademik oleh Kemenag
Menyadari keadaan mendesak ini, Kemenag bertindak cepat dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi akademik. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi mahasiswa PTKI yang terdampak agar dapat terus menimba ilmu tanpa terganggu bencana. Relaksasi ini beragam, termasuk penyesuaian jadwal kuliah dan ujian, perpanjangan masa studi, hingga kebijakan khusus terkait pembayaran SPP atau dukungan finansial lainnya. Komitmen ini menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kelangsungan pendidikan, terutama di PTKI yang berperan penting dalam membentuk intelektual muslim di Indonesia.
Kerjasama Penanganan: Tidak Hanya Kemenag, Kemdiktisaintek juga Bergerak
Penanganan dampak bencana ini tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kementerian. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga turut serta. Dengan strategi pemulihan kampus terdampak banjir, Kemdiktisaintek berfokus pada infrastruktur, memberikan bantuan teknis, dan mendukung dosen serta staf pengajar. Kolaborasi antar-kementerian ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap institusi pendidikan dapat pulih dan kegiatan akademik kembali normal.
Banjir telah melumpuhkan aktivitas di perguruan tinggi swasta di Aceh, mengakibatkan beberapa kampus terisolasi dan menunda kegiatan akademik selama 1 hingga 2 minggu.
Harapan dan Masa Depan: Membangun Ketahanan Pendidikan
Relaksasi akademik dan upaya pemulihan ini adalah langkah awal penting. Tantangannya ke depan adalah membangun ketahanan sistem pendidikan tinggi agar lebih siap menghadapi bencana di masa depan. Ini termasuk pengembangan infrastruktur kampus yang tahan bencana, sistem pembelajaran jarak jauh yang efektif, serta program dukungan psikososial bagi civitas akademika. Dengan persiapan ini, meskipun alam kembali menguji, semangat belajar dan mengajar tidak akan mudah pudar.
SMAN 37 Jakarta: Sejarah Unik dan Tantangan Relokasi di Jejak Rel
SMAN 37 Jakarta, berlokasi di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, adalah sebuah institusi pendidikan yang unik. Berdiri hanya lima meter dari jalur kereta api aktif, sekolah ini menawarkan pengalaman belajar yang berbeda dari sekolah-sekolah lain, di mana suara dan getaran kereta api sering kali menjadi “teman” selama proses belajar mengajar.
Harmonika Kereta dan Pembelajaran yang Terhenti
Bayangkan sebuah ruang kelas di mana setiap 3 hingga 5 menit, suara keras dan getaran dari kereta yang lewat mengganggu konsentrasi. Inilah realitas yang dihadapi siswa dan guru di SMAN 37 Jakarta. Kebisingan yang mencapai 70 desibel ini bukan hanya mengganggu, tetapi kerap memaksa proses pembelajaran berhenti sejenak. Meja bergetar, papan tulis bergoyang, dan pelajaran yang sedang berlangsung harus tertunda sampai kereta berlalu. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar dalam mencapai efektivitas pembelajaran yang optimal.
Adaptasi dan Harapan di Tengah Keterbatasan
Namun, meski menghadapi tantangan ini, komunitas di SMAN 37 Jakarta menunjukkan semangat adaptasi yang luar biasa. Guru-guru harus menemukan cara kreatif untuk tetap menyampaikan materi, sementara siswa belajar mengelola fokus di tengah gangguan. Dibalik ketahanan ini, ada harapan besar akan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif.
Isu keselamatan juga menjadi perhatian utama. Kedekatan sekolah dengan jalur kereta menimbulkan risiko yang tak boleh diabaikan baik bagi siswa maupun staf. Wacana relokasi sekolah menjadi pembahasan yang mendesak. Situs Togel
Harapan Baru: Relokasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pendidikan, telah mengumumkan rencana untuk merelokasi dan membangun kembali SMAN 37 Jakarta. Lokasi baru yang direncanakan sekitar satu kilometer dari lokasi lama diharapkan dapat memberikan solusi permanen terhadap masalah kebisingan, getaran, dan risiko keselamatan yang selama ini dihadapi.
Relokasi tidak hanya pemindahan bangunan fisik tetapi juga langkah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ideal, di mana siswa dapat konsentrasi tanpa gangguan dan guru dapat mengajar lebih tenang. Dengan lokasi yang lebih aman dan tenang, diharapkan SMAN 37 Jakarta semakin berprestasi dan melahirkan generasi penerus yang unggul.
Menuju Babak Baru Pendidikan Berkualitas
Cerita SMAN 37 Jakarta ini mengingatkan kita akan pentingnya lingkungan yang mendukung dalam proses belajar. Relokasi ini menjadi babak baru bagi sekolah, langkah maju menuju peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan seluruh komunitas sekolah. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, SMAN 37 Jakarta siap menyongsong masa depan yang lebih cerah, bebas dari ’harmonika kereta’ yang telah menjadi bagian dari sejarahnya.
Dilema Generasi Muda Jakarta: Antara Seragam Sekolah dan Seragam Kerja
Fenomena di Jakarta di mana banyak anak lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan formal kini menjadi perhatian serius. Situasi ini, yang terjadi di salah satu pusat ekonomi terbesar Indonesia, menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai prioritas keluarga, kondisi sosial, dan masa depan generasi muda. Laporan terbaru menunjukkan bahwa keputusan untuk “meninggalkan seragam sekolah demi seragam kerja” seringkali terpaksa dilakukan karena kebutuhan, bukan pilihan.
Dilema Besar: Pendidikan vs. Kebutuhan Ekonomi
Laporan dari Dinas Pendidikan Jakarta, khususnya di Jakarta Barat, mengungkap bahwa sejumlah anak terpaksa berhenti sekolah untuk bekerja. Faktor utama yang sering muncul adalah tekanan ekonomi keluarga. Di tengah kota metropolitan dengan biaya hidup tinggi ini, banyak keluarga menghadapi dilema antara menjaga anak di bangku sekolah atau memenuhi kebutuhan harian.
Anak-anak ini, meski berusia sekolah, merasa harus berkontribusi pada pendapatan keluarga. Mereka rela mengorbankan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan layak demi kesejahteraan keluarga.
Kekhawatiran Berbagai Pihak
Fenomena ini tidak hanya menarik perhatian pemerintah, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak media, termasuk Kompas.com dan Detik.com, telah menyoroti masalah ini, menekankan kompleksitasnya dan dampak jangka panjang terhadap anak-anak. Ada kekhawatiran bahwa mereka kehilangan kesempatan berkembang dan berisiko terjebak dalam kemiskinan akibat terbatasnya akses pendidikan.
Langkah Intervensi dan Harapan: Mendampingi Masa Depan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merencanakan langkah-langkah konkret untuk mengatasi putus sekolah karena alasan ekonomi. Mereka berencana memberikan pendampingan intensif dan program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan pasar kerja.
Tujuannya adalah membekali anak-anak dengan keterampilan untuk bersaing di dunia kerja dan mendorong mereka agar tidak sepenuhnya meninggalkan pendidikan. Harapannya, program ini dapat menjadi jembatan untuk anak-anak ini mengejar impian mereka, atau setidaknya memberi mereka masa depan lebih cerah melalui keterampilan yang memadai.
Kolaborasi Komprehensif untuk Generasi Mendatang
Masalah anak-anak yang memilih bekerja daripada bersekolah mencerminkan tantangan sosial ekonomi lebih luas. Untuk mengatasinya, diperlukan kolaborasi melibatkan pemerintah, keluarga, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan setiap anak berhak akses yang setara untuk itu. Dukungan yang tepat dapat memberi setiap anak di Jakarta kesempatan meraih potensi penuh mereka tanpa dihadapkan pada pilihan antara buku dan tuntutan sehari-hari.
SMK NEGERI 2 PENGARON: Menggiring Potensi Desa Menuju Standar Pendidikan Tinggi di Kalimantan Selatan!
Banjar, South Kalimantan – Pada tanggal 29 April 2024, SMP NEGERI 2 PENGARON Merayakan hari jadinya yang ke -21 dengan perayaan besar. Acara ini tidak hanya menandai tonggak sejarah tetapi juga menegaskan kembali komitmennya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan lokal berdasarkan keunggulan dan nilai-nilai kemandirian.
Acara utama, yang diadakan di aula sekolah, dihadiri oleh Husnul KhatimahPenasihat Gubernur Kalimantan Selatan untuk Komunitas dan Sumber Daya Manusia (SDM), mewakili Governor Sahbirin Noor. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa SMP Negeri 2 Pengaron bukan hanya simbol kemajuan pendidikan, tetapi juga panutan yang harus terus diperkuat.
“Memasuki tahun ke -21, SMP Negeri 2 Pengaron diperkirakan akan melanjutkan upaya terbaiknya untuk kemajuan pendidikan di Kalimantan Selatan,” kata Husnul Khatimah. “Kita harus membangun sumber daya manusia yang luar biasa, berkualitas, dan digerakkan oleh karakter, termasuk lulusan dari SMP Negeri 2 Pengaron.”
Membangun pendidikan berdasarkan potensi lokal
Sejak didirikan pada tahun 2003, SMP Negeri 2 Pengaron telah berevolusi dari sekolah biasa menjadi a Sekolah Perintis Diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Fokus utama sekolah adalah mengubah pendidikan dari a ‘Kursus Pengetahuan’ ke ‘Pembelajaran Kehidupan’:
- Menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (PjBL)
- Memperkuat Literasi Digital dan Kewirausahaan
- Keterlibatan Siswa dalam Program Layanan Masyarakat
- Mengembangkan kurikulum berdasarkan budaya lokal dan keberlanjutan lingkungan
“Sekolah ini bukan hanya tempat pembelajaran – ini adalah laboratorium kehidupan di mana setiap siswa diundang untuk menjadi agen perubahan,” jelas kepala sekolah selama pidatonya.
Pencapaian beresonansi di tingkat regional dan nasional
Lebih dari dua dekade, SMP Negeri 2 Pengaron telah menghasilkan lusinan siswa yang diakui secara nasional:
- 96% lulusan terus ke universitas negeri
- 12 siswa memenuhi syarat untuk Kompetisi Sains Nasional (KSN) di berbagai bidang
- Beasiswa penuh dari berbagai lembaga pendidikan nasional
- Pemenang Kompetisi Inovasi Mahasiswa Provinsi dan Nasional
Keberhasilan ini bukan kebetulan tetapi hasil dari a lingkungan belajar kolaboratif, guru yang berdedikasidan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat setempat.
Visi Masa Depan: Sekolah Perintis Membangun Bangsa
Untuk mewujudkan visi jangka panjangnya, SMP Negeri 2 Pengaron mengumumkan strategi baru yang akan diluncurkan pada tahun 2025:
- Program Prestasi Masa Depan (SBM): Pelatihan Kepemimpinan, Kewirausahaan, dan Manajemen Proyek
- Kolaborasi dengan startup dan UKM lokal untuk pelatihan kerja nyata
- Pembentukan an Sekolah yang sadar lingkungan dengan area pertanian mahasiswa
- Pengembangan Portofolio Digital Sebagai standar evaluasi siswa terakhir
“Pendidikan bukan hanya tentang mengejar nilai – ini adalah tentang menciptakan individu yang mampu memenuhi tantangan di masa depan dengan keterampilan, moral, dan kepemimpinan,” tambah kepala sekolah.
🌿 “Sebuah sekolah kecil dari sebuah desa dapat memicu kemajuan yang signifikan. SMP Negeri 2 Pengaron telah membuktikannya.” — Advisor to the Governor of South Kalimantan, Husnul Khatimah
Puluhan Siswa Kota Tual Melaju ke Tingkat Nasional Wakili Maluku!
Kota Tual, Maluku — Dalam upaya besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bagian timur Indonesia, Kota Tual kembali meraih pencapaian luar biasa dalam bidang akademik dan kemampuan pelajar. Hari ini, 23 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan di Tual resmi dinobatkan sebagai duta pendidikan Maluku untuk bersaing di ajang tingkat nasional setelah berhasil melalui seleksi ketat di antara ribuan peserta dari wilayah Maluku Timur.
“Kami sangat bangga dengan prestasi luar biasa yang diraih oleh putra-putri terbaik Kota Tual. Mereka adalah harapan baru bagi Maluku, siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual dalam acara pelantikan para peserta.
Kinerja tercapai
Para siswa ini berhasil meraih posisi juara 1 dan 2 dalam berbagai kompetisi tingkat provinsi yang meliputi:
- Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang IPA, Matematika, dan IPS
- Lomba Debat Bahasa Indonesia
- Lomba Cipta Karya Tulis Ilmiah (KTI)
- Kompetisi Kesenian dan Keterampilan (tari, vokal, dan seni lukis)
“Bahkan salah satu siswa dari SMP Negeri 1 Tual sukses meraih juara nasional dalam OSN bidang IPA, menandai sejarah pertama kali Tual meraih hasil seperti ini di tingkat nasional,” tambah seorang expert yang terlibat dalam pelatihan seleksi.
Sekolah Terbaik dan Pelatihan Intensif
Beberapa sekolah yang paling banyak mengirim perwakilan antara lain:
- SD NEGERI 15 Tual
- SMP Negeri 1 Tual
- SMA Negeri 1 Tual
- SMK Negeri 1 Tual
- SMP Islam Al-Falah
Para peserta telah melalui pelatihan intensif selama tiga bulan terakhir dipandu oleh tim expert pendamping dari Dinas Pendidikan dan mitra pendidikan dari Universitas Pattimura. Pelatihan lebih menekankan pembinaan psychological, strategi kompetisi, serta kesiapan akademik dan fisik.
Dampak Jangka Panjang
Program ini tidak hanya soal lomba, melainkan bagian dari visi strategis Kota Tual untuk:
- Meningkatkan kedudukan pendidikan di wilayah Maluku Timur
- Menciptakan rencana pelatihan siswa berprestasi berkelanjutan
- Menarik perhatian pemerintah dan lembaga donor untuk investasi pendidikan di daerah terdepan
“Tual bukan lagi sekadar kota ujung dunia– kini Tual adalah kota berprestasi. Semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk terus berkarya dan meraih prestasi,” ungkap Ketua Komite Sekolah Kota Tual.
Langkah Selanjutnya
Tim pelatihan akan terus mempersiapkan para siswa hingga hari pelaksanaan, termasuk:
- Simulasi kompetisi di lingkungan yang mirip dengan lokasi nasional
- Bimbingan psikologis untuk mengatasi tekanan kompetisi
- Kunjungan studi banding ke kota-kota dengan prestasi pendidikan unggul
Diharapkan, tahun ini Kota Tual akan mencapai prestasi lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya dan menjadi daerah pertama di Maluku yang mendapatkan perwakilan di lima kategori kompetisi nasional pada saat yang sama.
Pemprov Jateng Berikan Bantuan Pendidikan Rp 2 Juta untuk Ribuan Siswa SMK di Brebes
Brebes, Jawa Tengah– Pada tanggal 27 MEI 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Kemitraan Sekolah membuat empat SMK swasta di Kabupaten Brebes sebagai mitra untuk menyediakan pendidikan bebas bagi siswa yang berstatus afirmasi, kurang mampu, sangat miskin, dan ekstrem miskin.
Ruang Lingkup Program
- Akreditasi minimum B diperlukan agar sekolah dapat bergabung dalam jaringan kemitraan.
-
Setiap sekolah akan menerima 36 siswa per rombongan belajar (Rombel) dengan overall kuota lebih dari 5.000 siswa secara provinsi– program ini merupakan yang pertama sejenis di Indonesia, menurut Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK
- Dana bantuan Rp 2.000.000 per siswa akan disalurkan langsung ke masing-masing sekolah untuk menutupi kebutuhan harian, seragam, sepatu, serta biaya asrama bila diperlukan– paket lengkap ini membuat pendidikan menjadi bebas bagi keluarga penerima manfaat. SMK MUHAMMADIYAH PAGUYANGAN
” Sekolah ini gratis dari gubernur. Selain itu, ada juga sekolah boarding lengkap, sekolah semi-boarding, sebagian konvensional ada yang satu rombel di asramakan, dibiayai gratis dari kebutuhan harian hingga sekolah, baju, sepatu dan seterusnya.”– Djatnika Ainul Karim Kasubag TU Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah.
Dampak yang Diharapkan
- Peningkatan Akses Pendidikan untuk ribuan anak dari keluarga tidak mampu, menurunkan angka putus sekolah.
- Penguatan SDM vokasi melalui SMK yang sudah terakreditasi B, memastikan lulusan siap bekerja di dunia industri.
- Pengurangan beban ekonomi keluarga karena seluruh kebutuhan pendidikan dan asrama sudah ditanggung pemerintah.
- Design replikasi untuk kabupaten lain di Jawa Tengah dan provinsi lain, menjadikan kemitraan publik-swasta sebagai strategi utama pemerataan pendidikan.
Langkah Selanjutnya
-
Dinas Pendidikan Wilayah XI akan Pantau implementasi dan menyusun laporan evaluasi tiap term untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
- Ekspansi program ke lebih banyak SMK swasta di provinsi diproyeksikan pada tahun 2026, dengan target untuk menambah kuota hingga 8.000 siswa
- Sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat desa-kota mengenai hak memperoleh pendidikan gratis, guna mengoptimalkan pemanfaatan kuota tersebut.
.
“Program kemitraan yang dilakukan oleh Pemprov Jateng mampu meningkatkan kuota hingga lebih dari 5.000 siswa . Program ini merupakan yang pertama di Indonesia sekaligus memenuhi janji politik kami, memberikan akses pendidikan bagi siswa miskin.”– Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK .
.
SMPN 8 Yogyakarta Shines with Gold at 2025 Bali International Choir Festival
SMPN 8 Yogyakarta sekali lagi mencapai kesuksesan luar biasa di panggung internasional. Pada 1 Agustus 202518 siswa dari SMA 8, bersama perwakilan dari SMPN 1 Jogja, membawa pulang medali emas di Musik agama kategori di Festival Paduan Suara Internasional Bali (BICF) 2025held at Balai Budaya Giri Nata Mandala, Badung, Bali.
“Delapan belas siswa dari sekolah ini mendapatkan medali emas di babak kejuaraan di Bali International Choir Festival (BICF), yang berlangsung pada 1 Agustus 2025, di Bali.” – – Harian Jogja
Latar belakang festival
BICF 2025 menyatukan lebih dari 3.500 penyanyi dari 40 negaramenjadikannya kompetisi paduan suara terbesar di wilayah Asia-Pasifik. Kompetisi ini menampilkan berbagai kategori, dari Paduan suara campuran ke Paduan suara anak -anakdinilai berdasarkan standar internasional. SMP PIRI 2 YOGYAKARTA
Achievements of SMPN 8 Yogyakarta
Persiapan intensif
- Pelatihan harian selama 6 bulan dengan pelatih vokal profesional dan guru musik.
- Kolaborasi lintas sekolah meningkatkan kekayaan dan harmoni vokal.
-
A Program Ekstrakurikuler Khusus Itu menekankan disiplin, kerja tim, dan apresiasi budaya.
Reaksi dan dukungan
- Mr. Hadi Susantokepala sekolah SMPN 8, menyatakan, “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa berinvestasi dalam seni dapat mencapai pengakuan internasional.”
-
Itu Departemen Pendidikan Sleman Rencana untuk meningkatkan dana untuk program musik di semua sekolah menengah pertama.
- Orang tua dan anggota masyarakat Tuan rumah acara selamat datang di sekolah, menyoroti kebanggaan kolektif dalam pencapaian ini.
Dampak jangka panjang
- Memperkuat identitas budaya melalui interpretasi musik agama internasional berkualitas tinggi.
- Menginspirasi siswa lain di Yogyakarta untuk terlibat dalam kegiatan artistik.
- Peluang jaringan dengan lembaga musik nasional dan internasional, yang mengarah ke beasiswa dan lokakarya masterclass.
Aspirasi masa depan
Itu Gita Maizan Children Choir bertujuan untuk Berpartisipasi dalam BICF 2026 dengan tambahan 25 peserta dan berencana untuk memperluas Paduan suara kontemporer genre. Sekolah juga bermaksud untuk mengintegrasikan a Program Teknologi Musik untuk memadukan vokal tradisional dengan produksi digital.
Optimalisasi Potensi Desa Belo: Inovasi Kemasan Tepung Mocaf oleh Mahasiswa KKN
Meningkatkan UMKM, Meningkatkan Ekonomi Desa Belo: Siswa Inisiatif dengan Kemasan Tepung MOCAF Inovatif
Desa Belo, Ganra Subdistrict, Soppeng Regency – On 5 Agustus 2025Program inovatif diadakan di Pusat Komunitas Desa Belo, menyoroti upaya untuk memperkuat UKM (usaha kecil dan menengah) melalui strategi pengemasan modern. Diprakarsai oleh batch ke -114 dari Thematic Literacy Community Service Program (KKN) of Hasanuddin Universityacara ini juga memperkenalkan produk bernilai tambah: Tepung MOCAF (Tepung Singkong) terbuat dari singkong.
“Produk ini adalah karya yang dibuat oleh siswa KKN sendiri, yang dirancang dengan kemasan yang menarik dan modern untuk menunjukkan kepada masyarakat pentingnya nilai tambah melalui kemasan yang baik,” kata Cerita rakyatsalah satu peserta KKN dari UNHAS.
Lebih dari sekedar pelatihan, program yang ditampilkan Sosialisasi dan distribusi langsung kit pengemasan tepung mocaf Kepala Desa Wahyu Asharie. Dalam pidatonya, kepala desa menyatakan harapannya bahwa inisiatif ini akan memotivasi komunitas desa untuk secara kreatif dan berkelanjutan mengembangkan potensi lokalterutama dalam memperkuat ekonomi desa. SMAN 2 LUWU TIMUR
Fokus program
- Kemasan Inovatif: Nilai Penjualan Produk Peningkatan Desain Modern dan Menarik.
- Pemberdayaan UKM: Membantu pengusaha lokal memahami pentingnya branding dan pemasaran produk.
- Kolaborasi Akademik-Komunitas: Siswa KKN memberikan pengetahuan teknis dan dukungan lapangan.
Dampak yang diharapkan
- Peningkatan pendapatan Untuk petani singkong dan produsen tepung MOCAF setempat.
- Pengembangan Kewirausahaan melalui pengemasan dan pelatihan pemasaran digital.
- Model yang dapat ditiru Untuk desa lain di Sulawesi Selatan dengan potensi pertanian yang serupa.
Langkah selanjutnya
Siswa KKN berencana untuk memperluas program ke desa -desa tetangga, menambahkan Pelatihan Pemasaran Online Dan Standardisasi Kualitas Produk untuk MOCAF. Diharapkan bahwa dalam jangka menengah, produk ini dapat menembus pasar regional dan bahkan nasional.
“Melalui program ini, diharapkan bahwa orang -orang Desa Belo akan lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan,” tambah Cerita rakyat.
Empowering Females: Discussions with Ketua TP-PKK Lampung and Pramuka SMA Al-Kautsar
Bandar Lampung– Pada hari Kamis, 26 Juni 2025, Pramuka SMA Al-Kautsar mengundang Purnama Wulan Sari Mirza Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Lampung, untuk memberikan wawasan dalam acara Diskusi Manajemen 2025 .
Wulan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung menekankan bahwa peran perempuan sangat penting bagi pembangunan provinsi Dia menyatakan,” Kontribusi dan peran wanita sangat diperlukan bagi pembangunan Lampung. Melalui pemberdayaan dan emansipasi hak-hak perempuan, kesetaraan gender harus menjadi program utama yang kita perjuangkan . ”
3 Elemen Penting untuk Pembangunan
Wulan memaparkan tiga pilar yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama para pramuka:
Pramuka sebagai Ladang Kepemimpinan
Ketua TP-PKK menekankan manfaat Pramuka dalam membangun nilai-nilai kedisiplinan, gotong-royong, edukasi, dan kepemimpinan . Dia memuji program itu Scoutpreneur 2025 yang mendorong siswa mengembangkan usaha kreatif. Salah satu produk unggulannya adalah gantungan kunci yang kini telah dipasarkan secara luas, menunjukkan keberhasilan integrasi pendidikan official dan kewirausahaan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda, khususnya perempuan, akan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan, dan emansipasi wanita,” ujarnya.
Harapan dan Aspirasi Pramuka
Perwakilan Sekolah Menengah Al-Kautsar-Muhammad Abdullah Azzam, Ghaziah Nabila Fairuz, Nayaka Barah Bastari, Siti Fatimah Azzahra, dan Aqilah Althafunisa– Menyampaikan aspirasinya tentang masalah ini kesetaraan gender serta menekankan pentingnya persiapan diri menghadapi tantangan masa depan. Azzam menambahkan, “Melalui dialog ini, kami mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan kompetitif.” SMAS Immanuel Bandar Lampung
Dengan sinergi antara TP-PKK, Dekranasda, dan Pramuka, Wulan menutup pertemuan dengan seruan: “Perempuan tidak hanya penerima, tetapi juga pencipta keputusan dalam proses pengembangan.”
.